"Disparity" — Ketika "Chaos", Emosi, dan Kematangan Bersatu Padu!
Dalam semesta metalcore modern, nama Ocean Ate Alaska selalu hadir sebagai entitas yang unik: teknis, emosional, dan penuh ledakan energi. Album ketiga mereka yang berjudul Disparity (2022) menjadi penanda penting dalam perjalanan musikal mereka—sebuah karya yang bukan hanya keras, tetapi juga dewasa, jujur, dan sarat akan makna. Sejak detik pertama, Disparity langsung menyergap pendengaran saya dengan dinding suara yang brutal, riff tajam, serta gebukan drum yang nyaris tak memberi ruang bernapas. Namun, di balik keganasan itu, tersimpan lapisan emosi yang dalam dan kompleks. Inilah kekuatan utama album ini: menyatukan chaos dengan kejujuran emosional. Eksplorasi Musikal yang Lebih Dewasa Berbeda dengan album-album sebelumnya yang cenderung menonjolkan teknikalitas ekstrem, Disparity terasa lebih seimbang. Ocean Ate Alaska tidak lagi sekadar memamerkan kecepatan dan kompleksitas, tetapi mulai memberi ruang pada dinamika, atmosfer, dan struktur lagu yang matang. Permainan ...