Kerajaan Napoli: Sejarah, Kejayaan, dan Kejatuhan

Kerajaan Napoli adalah salah satu kerajaan yang pernah memainkan peran penting dalam sejarah Eropa, khususnya di Semenanjung Italia. Berdiri sejak abad ke-13, kerajaan ini mengalami berbagai perubahan kekuasaan sebelum akhirnya digabungkan ke dalam Kerajaan Italia pada abad ke-19.

 

Awal Terbentuknya Kerajaan Napoli

Kerajaan Napoli bermula pada tahun 1266 setelah Raja Charles I dari Wangsa Anjou mengalahkan Manfred, penguasa Kerajaan Sisilia, dalam Pertempuran Benevento. Charles I kemudian mendirikan ibu kota di Napoli, memisahkan wilayahnya dari Kerajaan Sisilia yang semula berpusat di Palermo. Pemisahan ini secara resmi dikukuhkan dalam Perjanjian Caltabellotta (1302), yang membagi dua kerajaan: Kerajaan Napoli di daratan Italia dan Kerajaan Sisilia di pulau Sisilia.

 

Era Kejayaan dan Pemimpin Berpengaruh

Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Napoli menjadi pusat politik dan ekonomi yang penting. Beberapa pemimpin yang berpengaruh dalam sejarahnya antara lain:

  1. Robert dari Napoli (1309-1343) – Juga dikenal sebagai Robert yang Bijaksana, ia membawa stabilitas politik dan menjadi pelindung seni dan budaya di Napoli.
  2. Joanna I (1343-1382) – Salah satu ratu terkenal, yang menghadapi tantangan dari Wangsa Durazzo dan sempat diasingkan sebelum akhirnya dibunuh.
  3. Alfonso V dari Aragon (1442-1458) – Raja yang berhasil menyatukan kembali Napoli dengan Sisilia di bawah kekuasaan Aragon.
  4. Ferdinand I (1458-1494) – Mempertahankan kerajaan dari berbagai ancaman eksternal, terutama dari Prancis.
  5. Charles VIII dari Prancis (1494-1495) – Memimpin invasi Prancis ke Napoli, memicu Perang Italia yang berlangsung selama beberapa dekade.
  6. Ferdinand II dari Napoli (1495-1496) – Berhasil merebut kembali Napoli setelah invasi Prancis.
  7. Raja Spanyol (1516-1700) – Setelah tahun 1504, Kerajaan Napoli berada di bawah kekuasaan Spanyol dan diperintah oleh wakil raja.
  8. Charles III dari Bourbon (1734-1759) – Mengembalikan kedaulatan Napoli dari Spanyol dan mendirikan Wangsa Bourbon di Napoli.

 

 

Masa Kemunduran dan Berakhirnya Kerajaan Napoli

Pada awal abad ke-19, Napoleon Bonaparte menaklukkan Napoli dan menempatkan saudara laki-lakinya, Joseph Bonaparte (1806-1808), sebagai raja. Setelahnya, kekuasaan beralih kepada Joachim Murat (1808-1815), seorang jenderal Prancis yang berusaha mempertahankan kemerdekaan Napoli dari kekuasaan Austria.

Namun, setelah kejatuhan Napoleon, Kerajaan Napoli dikembalikan kepada Wangsa Bourbon di bawah Ferdinand I dari Dua Sisilia (1816), yang menggabungkan Napoli dan Sisilia menjadi Kerajaan Dua Sisilia. Kerajaan ini bertahan hingga tahun 1860, ketika Giuseppe Garibaldi dan pasukannya berhasil menaklukkannya dalam rangka penyatuan Italia. Akhirnya, pada tahun 1861, Kerajaan Napoli secara resmi menjadi bagian dari Kerajaan Italia yang baru dibentuk.

 

Kesimpulan

Kerajaan Napoli memainkan peran penting dalam sejarah Eropa, mengalami berbagai fase kejayaan dan kemunduran di bawah kepemimpinan yang beragam. Dari Wangsa Anjou hingga Bourbon, kerajaan ini menjadi pusat kekuasaan, seni, dan budaya di Italia selatan. Namun, dengan munculnya gerakan nasionalisme Italia, kerajaan ini akhirnya melebur dalam persatuan Italia, menandai akhir dari sejarah panjangnya sebagai kerajaan independen.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengupas Chamber No. 9: Kamar Refleksi dari Inspectah Deck

Ketika Real Madrid Kehilangan Taji: Arsenal Melaju Penuh Keyakinan ke Semifinal UCL

Perjamuan Terakhir dan Pengkhianatan Yudas: Makna Abadi dari Lukas 22:14–23