EMPAT MAKHLUK DAN EMPAT KUDA : Penjelasan secara Alkitabiah (hanya berdasarkan Alkitab)
Empat makhluk dan empat kuda disini yaitu keempat makhluk dan keempat ekor kuda yang tertulis didalam Wahyu 6:1-8.
Didalam ayat-ayat tersebut terlihat ada beberapa sosok yang menjadi pemeran utamanya, yaitu:
1. Anak Domba.
2. Makhluk yang pertama.
3. Makhluk yang kedua.
4. Makhluk yang ketiga.
5. Makhluk yang keempat.
6. Kuda putih.
7. Kuda merah padam.
8. Kuda hitam.
9. Kuda hijau kuning.
Siapakah Anak Domba tersebut?
Dia itulah yang layak menerima dan sekaligus membuka gulungan kitab yang termeterai (baca Wahyu 5:7 dan 9.)
Siapakah keempat makhluk tersebut?
Mereka adalah empat makhluk yang posisinya sudah tinggi yaitu di hadapan takhta, tapi mereka mempunyai rupa yang berbeda beda, makhluk yang pertama seperti singa, yang kedua seperti anak lembu, yang ketiga seperti muka manusia dan yang keempat seperti burung nasar (baca Wahyu 4:6-7.)
Siapakah keempat kuda tersebut?
Keempat kuda tersebut ialah sarana atau roda penggerak yang dipakai untuk mendukung kelancaran kegiatan masing-masing dari keempat makhluk tersebut (baca Yehezkiel 1:15 dan 20.)
Ketika itu, yaitu setelah Yesus disalib (Anak Domba disembelih), ada suatu peristiwa besar di tengah tengah takhta itu, dimana Anak Domba yang baru saja disembelih akan memulai proses pembukaan ketujuh meterai gulungan kitab itu.
Dan pada saat itu juga, di hadapan takhta, sudah menunggu empat makhluk yang sudah dipersiapkan untuk menyebarluaskan isi gulungan kitab itu ke seluruh dunia.
Kemudian setelah keempat makhluk itu melihat bahwa meterai meterainya sudah dibukakan, maka merekapun langsung bekerja sesuai dengan visi dan misi masing masing berdasarkan rupa mereka.
Singa membawa visi dan misi sesuai rupa singanya.
Anak lembu membawa visi dan misi sesuai rupa anak lembunya
Manusia membawa visi dan misi sesuai rupa menusianya.
Burung nasar membawa visi dan misi sesuai rupa burung nasarnya.
Pertama tama yang mereka lakukan yaitu masing masing mereka memanggil seekor kuda bagi diri mereka sendiri, dengan berkata "Mari!" Lalu muncul dan bergerak maju seekor kuda untuk masing masing mereka.
Sehingga mereka pun menjadi berpasang pasangan.
Makhluk yang pertama sama seperti singa, berpasangan dengan kuda putih.
Makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, berpasangan dengan kuda merah padam.
Makhluk yang ketiga sama seperti muka manusia, berpasangan dengan kuda hitam.
Makhluk yang keempat seperti burung nasar, berpasangan dengan kuda hijau kuning.
Selanjutnya pasangan masing-masing makhluk dan kuda tersebut menjalin kerjasama dalam menjalankan tugas menyebarluaskan isi gulungan kitab tersebut ke seluruh dunia.
Pasangan makhluk dan kuda tersebut merupakan satu paket tak terpisahkan. Dimana makhluk itu sebagai pemimpin yang menyusun AD/ART, program dan kegiatan, sebab ketika meterai-meterai itu dibuka di hadapan takhta ia ada di sana, sedangkan kuda itu hanyalah sebagai pengikut dan pendukungnya saja.
Makanya tidak seorangpun dapat mengungkapkan rahasia dari keempat ekor kuda itu apabila mereka tidak menghubungkannya dengan keempat makhluk tersebut.
Sebab roh keempat makhluk tersebut terdapat didalam roda roda atau kuda kuda tersebut (silakan baca kembali Yeh 1:20.)
Kuda-kuda atau roda-roda tersebut tidak dapat berjalan sendiri. Lihat saja buktinya, di ayat-ayat tadi dikatakan, bahwa mereka baru akan bergerak maju setelah mereka mendengar adanya aba-aba atau perintah "Mari!" dari masing masing makhluk tersebut.
Selama ini sudah banyak orang yang mencoba untuk memecahkan misteri keempat ekor kuda tersebut, namun (mungkin) masih belum ada yang memuaskan.
Kelemahan mereka sama, yaitu mereka tidak menghubungkan kuda-kuda itu dengan makhluk-makhluk tersebut.
Kalau sudah tahu caranya seperti itu, maka siapa saja tidak akan sulit untuk memastikan siapakah sebenarnya keempat kuda tersebut, sebab segala aktivitas dan perbuatan keempat kuda itu semuanya sudah ada tertulis didalam kitab Wahyu itu juga.
Selamat membaca dan merenungkan Firman Allah yang hidup ini. Yesus berkati selalu 😊
Komentar
Posting Komentar