"RAHASIA PEREMPUAN DAN NAGA" - Pembahasan Kitab Wahyu 12:1-18

Berikut ini saya ingin membagikan sebuah bacaan Firman Tuhan yang patut kita renungkan bersama. Sesuai dengan judul, perempuan dan naga yang ada di sini, tertulis didalam buku Alkitab, yang terdapat di dalam Wahyu 12:1-18. 


Sudah banyak para pakar alkitab atau orang-orang yang melabeli diri mereka sebagai "Hamba Tuhan" mencoba untuk mengungkapkan rahasia yang disimbolkan dengan perempuan dan naga tersebut, namun hasilnya masih belum ada yang memuaskan (setidaknya untuk saya pribadi).


Padahal tidak sulit untuk mengungkapkan rahasianya jika menggunakan metode "ayat menjelaskan ayat."


Dan bilamana memakai ayat untuk menjelaskan ayat, maka hasilnya pasti benar.


Apa rahasia ilahi yang disimbolkan dengan matahari, bulan dan dua belas bintang tersebut?


Berikut Penjelasannya!


Di dalam Kejadian 37:9-10 dijelaskan bahwa matahari, bulan, dan bintang adalah gambaran keluarga besar Yakub yang disebut Israel, yaitu:


1.  Matahari adalah ayah.

2.  Bulan adalah ibu.

3.  Bintang adalah anak.


Jadi makna ilahi dari matahari, bulan dan bintang didalam Wahyu 12:1 tersebut adalah gambaran keluarga besar kerajaan Allah, yaitu:


1. Matahari adalah firman.

2. Bulan adalah Roh Kudus.

3. Bintang adalah para rasul kristus.


Nah, Di dalam Wahyu 12 menyebutkan adanya dua tokoh sebagai pemeran utamanya yaitu: 


1. Seorang perempuan.

2. Seekor naga.


Dimana seorang perempuan sebagai oknum yang dimangsa dan seekor naga sebagai oknum pemangsannya.


Siapakah seorang perempuan tersebut?


Jawabannya ada di ayat pertama, yaitu dia yang adalah seorang ibu, yang melahirkan anak-anak yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.


Didalam ayat itu juga sekaligus menjelaskan bahwa perempuan tersebut mempunyai keturunan yang banyak, bukan hanya yang masih dalam kandungannya itu saja.


Perempuan disitu bukanlah berarti secara hurufiah nama untuk seorang manusia seperti Siti, Wati, Maria, Magdalena, dll. Tetapi perempuan tersebut dalam arti rohani, yaitu tempat melahirkan orang-orang yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus Kristus. 


Untuk zaman sekarang, tempat melahirkan orang-orang yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus disebut agama Kristen dan yang sejenisnya.


Jadi perempuannya itu adalah agama Kristen dan anak-anak keturunan perempuan tersebut  adalah orang-orang yang beragama Kristen.


Selanjutnya, Siapakah naga tersebut?


Jawabannya ada di ayat (9), dia adalah si ular tua, yang disebut Iblis atau Setan, dan jawabannya ada juga di Wahyu 20:2


Naga disitu bukanlah dalam arti hurufiah seperti seekor ular piton, sanca, dll. Dan juga bukan bicara tentang sebuah negara, bangsa, bukit, gunung, lembah, pulau, dll. Tetapi naga tersebut diartikan secara rohani, ialah Iblis dan atau Setan, yang menyesatkan seluruh dunia.


Dan bagian dari tubuh ular naga yang paling berbahaya ialah ekornya. Ekornya berhasil menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit (penjelasannya ada pada ayat 4.)


Dan bintang-bintang di langit itupun juga adalah keturunan dari perempuan itu tadi.


Siapakah yang dilambangkan dengan ekor ular naga atau hamba Iblis dan atau Setan tersebut? 


Jawabannya ada di Yes 9:14, dia adalah pengajar dusta.


Dan bapa pendusta itu ialah Iblis (baca Yohanes 8:44.)


Jadi, para pengajar dusta itu adalah para hamba Iblis dan atau Setan yang merubah firman Tuhan. 


Contohnya ketika Hawa bertemu dengan si ular tua itu, dan si ular itupun langsung bermain dusta dengan berkata kepada Hawa, bahwa buah itu boleh saja dimakan, dan bila Hawa memakan buah itu, maka Hawa pun bisa menjadi sama seperti Allah (baca Kejadian 3:4-5.)


Hawa otomatis senang sekali mendengar bahwa dia bisa berubah menjadi sama atau sejajar dengan Allah. Lalu Hawa memakan buah itu.


Demikian selanjutnya sampai pada saat ini banyak sekali orang yang menganggap dirinya sejajar bahkan lebih tinggi dari Allah. 


Mereka berani sekali merubah firman Tuhan, dari yang saharusnya tidak boleh, diubah menjadi boleh, dan yang boleh mereka ubah, menjadi tidak boleh.


Para pengajar dusta yang berani merubah firman itulah yang disebut dengan lawan yang meninggikan diri, dan mau menyatakan diri sebagai Allah (baca 2 Tes 2:4.)


Nampaknya perjuangan para pemalsu firman yaitu para pengajar dusta tersebut tidak sia-sia. Karena di zaman sekarang mereka berhasil menyamar dan masuk, lalu menyeret keturunan Hawa yaitu orang-orang yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.


Ada baiknya kita perlu untuk merenungkan hal ini dengan lebih seksama. Karena penyesatan yang kita lihat dan rasakan sudah hampir terasa nyata. Kedatangan Tuhan kita tidak tahu. Maka dari itu, bentengilah diri kita dengan Firman Allah yang hidup dan kerjakan keselamatan-Nya dengan baik dan benar. Saya berharap Tuhan selalu menolong kita semua. Amin 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

El Clásico 11 Mei 2025: Comeback Luar Biasa Barcelona Kalahkan Real Madrid 4-3

Review Anime: High School DxD – Antara Fantasi, Aksi, dan Fanservice

Ketika Real Madrid Kehilangan Taji: Arsenal Melaju Penuh Keyakinan ke Semifinal UCL